Sabtu, 27 Desember 2014

enough

Kamu gak harus selalu kasih aku bunga untuk buat aku senang
Kamu gak harus selalu bawain aku coklat mahal biar aku maafin kamu
Kamu gak harus bawain aku barang mahal nan mewah untuk membuat aku terkesima
Kamu cukup..tiba-tiba muncul di depan kamar kosan aku dan bawa aku pergi makan ayam goreng di tempat makan favorit kita untuk buat aku gak berhenti senyum-senyum sendiri sampe tengah malem gini.

I love cute little things you do, Feb.

Jumat, 19 Desember 2014

Kita?

Here I am.. hujan lebat dan mati lampu. Sebuah kombinasi yang pas untuk membuatku takut tak karuan. Suasana yang mulai gelap dan petir yang bersautan sana-sini hampir sukses membuatku menangis karena trauma teringat kejadian masa lalu saat aku SMP. Hujan lebat dan mati lampu, aku dan adik laki-lakiku yang tidak tau harus berbuat waktu itu saat mendapati kamar disamping ruang TV mulai tergenang air karena atapnya bocor. Aku hanya bisa menangis dan adikku mencari bantuan ke tetangga sebelah dan akhirnya seluruh barang yang ada dikamar tersebut tidak dapat diselamatkan dari air yang menetes lebat dari atap rumah.aku bersyukur air hanya menggenangi kamar tersebut dan bukan seisi rumah. Kulihat baterai handphone dan laptop yang jauh dari kata setengah. Tak tau bakal bagaimana nasib uas take home ku yang (katanya) bakal dikirim malam ini dan diberikan tenggat waktu deadline sampai jam 12 malam nanti. Handphone ku bergetar, tampak nama “Febriansyah” di layarnya.
 “halo Feb, kenapa?”
“lagi dimana sekarang, sayang??”
“kosan nih, kenapa? Mati lampu..UASnya belum ada kabar dan baterai hp dan laptop kritis semua. Bagaimana dong?” kataku hampir terisak.
“hah mati lampu? Serius?
“serius feeeb aku takut nih, geleeep”
“aku masih di kampus nih, yaudah kalo gitu nanti kita keluar aja bentar sambil kau ngerjain tugas cari tempat yang ada colokan dan wifinya”
“yaudah kalo gitu”
“iya aku jg masih di kampus nih masih ada kumpul koor angkatan.”
-dan tiba2 listrik nyala-
“feeeeb barusan listrik nyala nihhhh yaudah gajadi deh kalo gitu aku ngerjain di kosan aja.”
“hoalah oke kabarin aja yaaaa sayang.”
“oke.” Telfon-pun kututup.
 Dia. Febriansyah Putra. Laki-laki yang sudah cukup lama kukenal. Selalu bisa dan mempunyai caranya sendiri untuk menenagkanku saat aku lagi panik-paniknya.

--2008--
Aku dan Febri sudah cukup lama saling kenal. Aku pertama kali melihat dan mengenalnya saat aku kelas 2 SMP dulu. Kebetulan kami 1 kelas di ET-II LIA. Dia teman, atau lebih tepat adik kelas temanku Nabila di sekolah. Tidak banyak hal yang dapat kuingat dari pertemuan pertama kami saat itu kecuali dia memakai pena tinta warna coklat dengan corak polkadot sama persis dengan milikku. Pada pertemuan kedua, guru kami (yang aku lupa siapa) menyuruh kami menyebutkan nomor hp kami satu-satu but spell in English. Dan malamnya ada nomor asing yang mengirimkan pesan kepadaku. Awalnya aku nggak tau itu siapa tapi ternyata itu adalah Febri, teman sekelasku di LIA. Dia mencatat nomer handphone ku saat aku menyebutkannya di kelas tadi siang. Seingatku, dia hanya mengajak berkenalan saja saat itu. Esoknya, saat di LIA dan di kelas dia mengajakku berbicara dan bercerita kalau dia mencatat nomer handphoneku saat kusebutkan kemarin lusa. Setelah beberapa kali pertemuan akupun tau dia siswa kelas 7 SMP 1 dan yang aku tau dia punya pacar, kakak kelasnya yang juga les di LIA tapi di level yang lebih tinggi dari kami. Sering aku lihat mereka berdua ngobrol di pintu kelas. Aku yang nggak kenal siapa pacarnya tersebut itupun ga berani untuk sekedar menegurnya saat dia lagi ngobrol sama pacarnya. Nggak lama setelah itu, aku dengar-dengar kalau dia sudah putus sama pacarnya itu dan perlahan dia mulai mendekatiku. Aku nggak tau apakah dia mendekatiku hanya sekedar iseng atau gimana tetapi yang kutau tidak lama kemudian dia punya pacar baru. Teman satu sekolahnya. Tetapi entah hanya perasaanku atau memang kenyataannya begitu, Febri masih lumayan mendekatiku. Aku yang tau dia sudah punya pacar dan teman sekelas kami adalah teman satu sekolah febri yang juga berarti teman dekat pacarnya, memilih untuk nggak terlalu menganggap serius dengan pendekatan yang dilakukan Febri. Takut bila teman-teman dan pacarnya memandangku aneh mendekati orang yang sudah memiliki pacar. Tapi entah mengapa dan entah bagaimana kata-kata manisnya membuatku luluh dan sedikit lupa kalau dia sudah punya pacar. Kami mulai dekat lagi. Saat aku datang duluan, akupun duduk di bangku ruang tunggu di depan mading. Lalu ketika dia sudah datang, baru kami bersama menuju kelas di lantai 2 begitu juga sebaliknya jika dia datang duluan. Kami bercanda dan tertawa bersama teman-teman yang lain. Tapi dapat aku rasakan perlakuannya yang beda terhadapku. Hingga suatu hari, aku dan Febri tidak lagi terlalu dekat karena aku memilih untuk sedikit menjauh karena dia sudah punya pacar dan akan tidak baik jika kedekatan kami terus kami lanjutkan.
Beberapa hari atau minggu setelah itu, Febri datang bersama temannya, sebut saja namanya Dendi. Aku merasa sebelumnya aku pernah mengenal Dendi. Barulah aku sadar ternyata dia pernah menjadi adik kelasku saat aku sekolah di Madrasah Ibtidaiyah dekat rumahku. Febri pun mengenalkan Dendi kepadaku. Besoknya, ada nomor tak kukenal mengirimkan pesan. Lalu pada akhirnya dia berkata bahwa dia adalah Dendi, teman Febri yang kemarin datang ke LIA. Beberapa hari setelah itu Dendi menyatakan perasaannya kepadaku dan menyatakan bahwa dia ingin menjalin hubungan denganku. Aku yang sudah sedikit banyak mengetahui tentang Dendi dari teman-temanku pun akhirnya menerima dia sebagai pacarku. Namun, namanya anak SMP yang perasaannya masih sangat labil, kami hanya menjalani hubungan ‘cinta monyet’ selama 2 minggu karena sesuatu hal yang mungkin dia (Dendi) anggap sepele tetapi sangat menyebalkan bagiku. Dan seperti biasa, setiap senin-rabu sore aku datang les dan kembali bertemu Febri. Kami berbicara dan ngobrol seperti biasa. Aku kembali mendengarkan cerita-ceritanya bersama pacarnya, obrolan dia dan teman-temannya tentang hal-hal yang terjadi di sekolah mereka. Beberapa minggu setelah itu kalau tidak salah kudengar Febri putus sama pacarnya waktu itu, dan saat itu juga sepupunya mendekatiku. Sebut saja namanya Aji. Berawal saat suatu sore Febri menelfonku dan entah bagaimana sepupunya ini yang akhirnya berbicara padaku di telfon. Setelah itu sepupunya ini mulai rajin menghubungiku via sms. Dan akhirnya sekitar seminggu atau 2 minggu setelah itu dia menyatakan perasaannya kepadaku dan memintaku untuk menjadi pacarnya. Aku dan Febri pun mulai menjauh lagi karena aku sudah punya pacar yang tak lain adalah sepupunya dan kudengar tak lama setelah itu dia juga punya pacar baru. Dengan Aji, aku tak banyak bertemu. Hanya sesekali hari sabtu dia datang ke sekolahku, menjemputku untuk sekedar makan bareng di tempat makan didekat sekolahku. Dengan Aji dulu aku juga sudah sedikit tau tentang Adik-adiknya melalui cerita2nya, lingkungan rumahnya, teman-teman sekolahnya.. tapi aku dengan Aji juga tidak begitu lama. Hanya sekitar 4 bulan. Kami memutuskan untuk ‘putus’ karena ada suatu perbedaan paham dan pendapat.
Semenjak putus dari Aji, aku sudah jarang bertemu Febri karena saat itu aku mulai masuk SMA dan tidak ikut les di LIA lagi. Hanya sesekali kami bertukar kabar via sms dan yang kutau dia baik-baik dan makin mesra dengan pacarnya waktu itu. Akupun menjalani kehidupanku sebagai anak SMA. Dan akhirnya aku menjalani hubungan baru bersama yang lain. Kami sudah sangat jarang berkomunikasi semenjak dia juga menjadi siswa di SMA yang berbeda denganku.

--2014--


Hingga sekarang, Februari 2014, 10 bulan yang lalu, dia datang lagi disaat aku lg diambang batas dan kalau bisa dikatakan sudah tidak bersama lagi dengan pacarku saat sma karena masalah internal. Dia yang juga waktu itu sudah putus dengan pacarnya 5 bulan sebelumnya datang lagi. Mulai perlahan membawa senyum dan kenyamanan sama seperti yang dia lakukan 6 tahun yang lalu. And lucky me, dia akhirnya kuliah di universitas yang sama denganku. Hampir tiap hari kami bertemu jika sedang tidak ada tugas atau deadline. Hanya untuk sekedar makan malam atau nonton film di bioskop mall kota kecil ini. Dia mampu membuatku tertawa meledak lagi disaat aku sedang bete-betenya, dia bisa mengerti moodku yang sering berubah tak jelas karena PMS atau sifat kekanak-kanakanku. Dia bisa membantuku memecahkan masalahku bahkan saat aku sudah menangis karena pesimis, dia bisa menjadi apapun buatku. Teman, sahabat, abang, adik dan pacar. Tapi kadang-kadang nyebelin juga liat handphonenya yang udah kayak asrama putri huft mulai dari yang nanya tugas sampe yang nanya lagi apa. Tapi gapapa, kadang respon dia ke chat-chat itu yang buat aku yakin sama dia. Well, terimakasih buat 8 bulan bersamaku, Febriansyah Putra. Ga boleh bosen2 sama aku yaaaa hehe makin sayang sama aku dong harus! Stay with me till the endless time, please. 
I love you, my future pharmacist.


Rabu, 22 Oktober 2014

day minus one

Today is October 23rd. tomorrow is the day that I think special. The day when I get older, get more age and one year of life reduced rations. Actually, just like the common people, I do expecting to get the gift(s) in my birthday but, I think the other way now. Gift is just a gift. I whether want to ask more requests to God. I do make a list for my requests and my gratitude list. Let me tell you one by one.

  1. To my beloved parents: [God, please give them healthiness, happiness and your blessing in everywhere they go]. Bu, yah, I just wanna say thanks for all things you gave to me. Everything in my life. There are no enough thanks that I should say to both of you. I just hope you always love me, Ekky and Tasya. The love between the two of you who have raised us. Thank you very much.
  2.  My bro and lil’ sist: hey. My un-chosen friends in my life. Thanks for always be there for me. Thanks for being my friends for live. I hope you two always in God’s side. Always be better and be the best!
  3.  My friends:
    •  Indah & Annida : hay ndul, nid. Thanks for always be there for me. Thanks for always listening to my endless stories. I hope both of you get your happiness in life. There is no more complicated love story, surrounded by the peoples you love and loved you, and get what you want soon!
    • Zahra, Alvia : my ex-kostmateeee! Thanksss for the previous year. Thanks for those nights when we gathered every night just for doing nothing. Thanks for the laugh that we shared together. I hope you two can pass your study and soon to be the greatest food technologist or everything-you-want-to-be.
    • My high-school buddies [Titik, Mia, Siwy, Nurul, Inak, Ocik, Oan, Tami, and Fadhlan, Roni, Hori, Fasyin, Agung, Fajar, Aga, Nisya, Saut, Chessy, Lisa, Faisal and all of my XII IPA 4 member]: hey guysss thanks for never-ending laughs and joys we shared in class! Thanks for always cheering the entire class, thanks for the super funny jokes that make my cheeks hurt, and thanks for everything! I miss u so muchhhh!! I hope all of you can get through what you facing right now and become success in every way you choose. We have to meet up in next holiday!
    • My college closest friends [Nanda, Aldila, Dina, Sarah, Febri, Vina]: hey guysss just like the others, I want to thank you all for being my closest friend in college. Thanks for always understanding me, cheering everything up, the jokes and everything! Haha I hope all of us can get through this and next next next term successfully, and we can get our dreams come true! Do not forget our wish! get the kiss in our diploma together ;p
    • Sastra Inggris UNPAD ’13 : hey guys thanks for being my first ‘friends’ in UNPAD. I hope all of 73 of us can get our dream and can be more compact!!
  •       Rhefitra Yandri : oups sorry no offense to put you out of the box of my high school buddies but I want to thank more to you because even we are not together anymore, you gave to me a lot of sweet memories when we were in senior high school. Though our story is not to be remembered but also not to be forgotten. I hope and hope you get the one who better than me. Get your happiness in life and get your dream soon. Just like the other DIE buddies, we are friend till forever. There is no thing that could make both of us hating each other, even it the past. :)
  • 5       Febriansyah Putra: hello my dearest one. First I want to thank you for always be there for me, always make me comfortable, give the attention to me, accompanied me to everywhere I go, give me advices, listen to my stories, lend me a shoulder to crying on, and everything. I hope you become more mature, more understanding me, not tired of listening to my stories, put me up when I am about to fall and I hope for everything! Not forget, I hope you can be the best pharmacist for me, your parent and yourself :) I love u, feb.
  • 6       Myself: dear myself, please, you are become older! Please become more mature, more diligent, more grateful, understanding the meaning of sincerity, more efficient, more sensitive to others, loving family and friends, have better life goals, more diligent in praying and be better than ever!
 Well, I think that’s all what I want to said. I hope everything come true. Amen. Xx 


Senin, 20 Oktober 2014

Them.

Been in love is not an odd thing for me. Let me say, when I’ve been in love, just 2 of them who got fully attention of me. (fyi:  I’ve been in love 4 times.)
The first time is when I was in grade 9th junior high school. He is my friend’s cousin. Let’s call him “A”.  We just went together for about 4 months and decided to go away from each other when we entered the first grade of senior high school.
Second times, in the beginning of senior high school. He is my senior. But when I was entering the school, he just graduated from school. When I did my school orientation, he came with his friend and I was just like, hm…………… but just like with “A”, we just went together for about 3 or 4 months (omg I forget about the detail.)
The third, he is my classmate. He asked me to be mine in the middle time of second grade. Since that day, we’ve been together as a couple (who fully in love). We met every single day, study in the same school yet same class. His friends are my friends too. And we went together till we are graduated from senior high school. But, when we are already go out as an alumnus from senior high school, things by things changed. At first we were fine with that condition, but obviously two of us showed incompatibility mediated by distance. He is an ‘indifferent to the situation’ person and me who are always want to be notified brings us to the problem which is quite serious. In the end, just like the others, we go away from each other when we’ve been together for about two years and 4 months.
And the last, the boy[man] who are with me now. He is my old friend. I knew him when I was junior high school. But he went the different school. I never get to know about him when I was senior high school and he slowly got my attention when I graduated from senior high school or exactly when the problems with the ex-classmate started to came.  And he is with me now, lucky me he went to the same university like me so there are no more hard distances facing us. I love him and he love me too yeay! Haha


Well, that’s all. See u soon!


Minggu, 19 Oktober 2014

See you soon, Mie Rebus

Jadi...tengah malem gini lg kelaperan. Padahal td sore jam 5 udh makan nasi pake ayam di pujasera ciseke. Efek makan sekali sehari kali yaaa~ haha bukan...bukan karena ga ada uang kok. Ada. Tp males turun kebawah terus nyari makan keluar...
td siang mau delivery aja tp ga ada pulsa (i wish those delivery man have a line account huft) jd ga makan apa2 sampe sang penyelamat datang. Sebut saja dia Febri. Haha. Dia niatnya datang mau buat tugas disini, eh malah harus ngurusin aku yg ngambek karena dia salah ngomong.
Gak lama, abis aku mandi terus siap2 akhirnya kami caww ke kampus nemuin titik, temen sma ku. Cerita ini itu, foto2, dan gosip2! Haha kebiasaan yg menyenangkan! Sekitar jam 5, titik dan lain2 yang dari telkom pulang ke telkom. Aku, zahra dan febri pun pergi makan ke pujasera ciseke. I ate my fav! Nasi ayam goreng sambal terasi! Yg biasanya aku ga ngabisin nasi karena itu lumayan lebih banyak dari porsiku biasanya, tumben2nya habis tanpa sisa. Kelaperan bgt ya :( terus dari sana, pulang ke kosan.. do nothing. Cuma main game, online, blogwalking dan kepo akun2  orang wkwk.
Nah jam segini (01.34), kelaperan lagi.....sudah mencoba sms delivery tp no respond. Baru sadar di kosan ga ada persediaan makanan. (Saat2 kayak gini yang buat pengen balik lg ke ciseke) mikir ingin makan mie aja apa? Tapi....i eat mie rebus too much.... dua hari sekali bahkan sehari sekali kalo lg mager keluar.... ah ga bagus bgt buat kesehatan.... :( tapi...siapa yang ga suka mie rebus coba. Wkwk. Aku.benar.benar.harus.mengurangi.atau.menghilangkan.kebiasaan.makan.mie.....
Ah mie rebusku....semoga kita betah ya jauh2an dulu... i'm gonna missyouuu~

Sabtu, 18 Oktober 2014

How’s my life going without “LDR”.

Well.. seperti yang kita semua tau, LDR atau long distance relationship adalah hubungan jarak jauh antara 2 orang yang mempunyai suatu hubungan khusus. Mereka dipisahkan jarak puluhan, ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Tak sedikit temanku yang mempunya kisah cinta LDR bersama pasangannya. Ada yang hanya tingkat daerah seperti Jatinangor-Dipati Ukur & Jatinangor-buah batu, ada juga yang tingkat nasional seperti Jambi-Jogja & Bandung-Palembang dan yang paling jauh adalah tingkat internasional seperti Indonesia-Jerman! (my friend does!)

Aku disini sebenarnya bukan mau membahas ‘apa itu LDR’. Tanpa aku jelasin, pasti LDR bukan hal yang asing lagi buat remaja-remaja Indonesia. Cuma mau cerita, how’s my life going without “LDR”.
Aku punya pacar. Dia adik tingkatku walaupun beda sekolah. Karena aku lebih tua darinya, aku mendahuluinya dalam hal memasuki dunia perkuliahan. Aku ‘jadian’ sama dia kira-kira bulan april. Saat dia sedang melaksanakan Ujian Nasional. Jelas saja kami saat itu mau gak mau harus LDR Jambi-Bandung. Tapi aku pikir, ya gapapa lah nanti kan bulan juni juga aku pulang ke Jambi. Pasti ketemu lah. Alhamdulillah, nasib baik berpihak kepadanya. Dia lolos SNMPTN di Universitas yang sama denganku. Fakultas dan jurusan idamannya. Otomatis, dia yang berstatus sebagai “calon maba” harus melaksanakan daftar ulang ke Kampus Jatinangor. Aku dan dia sangat bergembira waktu itu karena dengan diterimanya dia di univ yang sama denganku maka untuk bersemester-semester kedepannya kami (mungkin) tidak perlu menjalani yang namanya LDR. Dia dan mamanya pun datang ke Jatinangor untuk daftar ulang dan itulah kali pertamanya kita bertemu dalam status “berpacaran”.

Sekarang kami sudah memulai kuliah. Dia semester 1 dan aku semester 3. 2 minggu atau seminggu pertama, kami masih jarang bertemu karena dia disibukkan dengan segala hal mengenai ospek universitas dan ospek fakultas. Bertemu hanya 2 atau 3 hari sekali disaat dia menyempatkan waktunya untuk hanya sekedar makan berdua denganku. Setelah dia menyelesaikan ospek fakultas, akhirnya dia punya waktu senggang yang lumayan diluar jam kuliah. 2 minggu pertama, gak ada hari tanpa bertemu. Entah itu hanya bertemu sebentar, makan malam lalu pulang ke kosan masing2 atau sekedar bertemu, duduk ngobrol di pinggir danau arboretum. Tapi tidak untuk sekarang, kami mulai mengurangi intensitas bertemu karena banyak hal yang harus dijadikan prioritas. Kuliah, tugas dan deadline.

Kalau boleh aku bilang, menjalani hubungan tanpa jarak yang jauh itu menyenangkan. Bisa bertemu diwaktu senggang, makan malam sama2, bercerita tentang keseharian dan banyak hal! (but, I am not saying ldr is bad). Kadang menyenangkan kalo tiba2 disms :”yang, dimana? Aku udah beres nih. Makan yok!”. Tapi juga tiba2 suka baper (re: bawa perasaan) kalo dia sibuk seharian dan nyampe kosan langsung capek dan ketiduran haha.  



Intinya mah LDR ataupun ngga, kalo kita bisa menghargai dan memaknainya dengan bijaksana pasti bakal terasa indah eaa~ haha.


Jumat, 06 Juni 2014

Congratulation!

Hai. Udah lama banget ga nge-blog. Akhir2 ini kebanyakkan ngabisin waktu di dunia nyata dulu. Kemaren UTS, tugas banyak, sering pulang malem karena GSW.. kalaupun buka laptop paling cuma buka twitter, ask.fm sama facebook doang.

Niatnya sih ngeblog pengen curhat tapi..lagi pengen ngasih selamat dulu nih sama Febri udh lulus SMA dengan nilai yg memuaskan lah ya :3 jadi inget waktu Febri UN, temen2 pada heboh “cie Rizka pacarnya mau UN. UN SMP.” #yakali haha ngga guys dia UN SMA kok dia kelas 3 SMA. Cuma beda satu tahun dibawah aku..... waktu 4 hari UN itu, tiap malem tidur cepat terus bangun lagi sebelum subuh karena ‘sesuatu’... dan dia cerita waktu ujian hari ke 2 dia ngantuk banget sampe ketiduran di kelas. Ckck. Tapi alhamdulillah lancar ya 4 hari nya. Begitu UN selesai dan Febri pun gabut dirumah ga ada kerjaan lagi~ sebulanan nungguin hasil UN. Tanggal 21 gt deh kalo gak salah pengumuman UN dan alhamdulillah dia lulus.
Setelah pengumuman kelulusan SMA itu, dia nya deg degan lagi nungguin pengumuman SNMPTN undangan. Dia milih UNPAD, Farmasi sama TekPang. Setelah banyak pertimbangan dan segala macem akhirnya dia milih 2 jurusan itu. Dia berharap banget di Farmasi. Dan untungnya ada anak Netco (SMA dia), namanya Agi yg tahun lalu lulus Farmasi UNPAD jalur undangan jadi dia ada harapan lah lulus karena ada alumni sma dia yg lulus undangan tahun lalu. 

akhirnya hari dimana SNMPTN undangan diumumkan pun datang.... aku yang waktu itu tidur malem banget dan akhirnya bangun agak siang juga ikut2an degdegan sampe kebawa mimpi dan bangun-bangun pun masih deg-degan hahaha!! #LEBAY si Febri nya juga waktu aku masih tidur dia nelfon tp ga kedengeran sama aku nya dan akhirnya dia ketiduran lagi. Waktu itu pengumuman nya jam 12 siang. Dan waktu itu udh jam 12 kurang dan Febri belum bangun-bangun juga. Yaudah, aku tungguin dia bangun dan cuma aku sms “Feb, bangun. Bentar lagi jam 12 tuh”. Tapi dia ga balas dan masih tidur kayaknya. Gak lama, ibu nelfon. Pengen tau gimana hasil undangan Ekky (adikku). Aku tunjukin cara nya dan rupanya dia ga lulus :( setelah ngobrol panjang lebar akhirnya udahan telfonan sama ibu nya.. dan rupanya ada sms masuk dari Febri. Kira2 kayak ginilah; “yaaang.. aku baru bangun ni”, “kok nomornya sibuk :(“ + emot sedih puluhan biji. Aku cemas dong kok Febri kayak yang sedih banget gitu cuma karena aku ga angkat telfon. Terus dia langsung nelfon. Nada bicaranya biasa banget ya kayak orang habis bangun tidur gitu deh.. kira2 gini.
“yang aku baru bangun nih”
“eh udah jam 12 lewat tuh Feeeb. Udh bisa diliat. Timeline twitter udh rame ngebahas itu”
“hah udah bisa diliat?”
“iyaaaaaa!!!! Liatlah sekarang” aku malah geregetan sendiri
“hmmmmm...yang....”
“iya..kenapaa.......” dagdigdugdagdigdug
“YANG LULUS YANG LULUS!!”
“HAH demiapa................”
“IYAAAAA lulus farmasi yang!!!”
“Febri serius ah jangan becanda!!!! Kirim capture-an nya ke line sekarang!”
“iya iya iyaaaa yang aaaah alhamdulillaaaah”
Terus dia ngirim capturan webpage nya ke line gitu dan.....dia beneran lulus Alhamdulillah :’) kaget banget banget! Terharu juga. Seneng apalagi!! Dia bakal kuliah dan netap di nangor for several years yeay!!! *gajadiLDRdettected*

Sekali lagi, selamat yaaaa my boyfieee Febriansyah Putra lolos SNMPTN Farmasi UNPAD. Nyusul aku kenangor banget nih? Haha aku tunggu yaaa. Aku tagih juga ah ntar janjinya dulu kalo masuk UNPAD bakal ngapain :p well, see you here. Ps: I love you, my future Pharmacist.

Jumat, 25 April 2014

hey, kamu. terima kasih.

he taught me something today. he taught me how to be more honest with my feeling and myself. always tell him what I feel and what I want. um, I mean what I want him to do for me. just like if I want him to tell me wherever he is, what he does, with whom he was there.. no, I'm not really an insecure girlfriend at all. I just want to know what he is doing there hehe. 
since we have a long distance relationship since april 14th 2014, there is nothing we could do except always keep in touch by text, phone-call, chat or even video-call sometimes (my signal in this room is so fckn bad. so if we have video-call,  the screen will be blured by itself damnit).
this evening, he went to someplace with his bestfriend (girl). he ask for permission and I said 'yes'..
after he arrived at the destination, hmm he updated something that showed he was with his bestfriend. (ex: at Someplace with Someone).. as i saw it, um i dont know i just felt something strange. no, i'm not jealous at all. i know him. i know him wont break my confidence, i know he know what he has to do. i just feel, i'm envying his bestfriend! i envy her because she is hang out with my boyfriend before i could. haha sounds sooo redundant but that was what i feel this evening. i will not blame his bestfriend for took him out. I WILL NOT. i know who she is. i think she is a good girl, even i haven't meet or talking with her yet. he tell me all about her. how she always give advice for him, she told him every stories of hers.. and he said his bestfriend say hello to me! hihi.
and when he went home, he called me, he asked what happened with me. i said nothing... (girl is just a girl haha).but he know there is something different with me. but we didnt countinuing the conversation on phone, i texted him. and then i told him what i really felt. then, he apologized (which he actually didnt have to do), he explain everything and he said i dont have to worry on him. he said i can trust him
and in the end, thanks for taught me something...what i got from him today was..be honest with yourself..tell him what i feel, dont be shame, and manyyyy more.. well, I love you Feb.

Rabu, 08 Januari 2014

Jambi! setelah 4 bulan meninggalkan rumah.

hai. postingan ini aku buat setelah hampir seminggu aku berada dirumah. yeay! finally, i'm home! setelah 4 bulan lebih gak pulang dan akhirnya sekarang menginjakkan kaki di jambi lagi.

sebenernya ga ada yg spesial yg pengen aku ceritain skrg. cz i just doing nothing here all day long. cuma pengen cerita aja, for the first time, i was travelling alone. jatinangor-bandung-jakarta-jambi. 

awalnya ragu ragu sih takut ada apa" kalo sendirian. tapi temen2 yang lain ada yang udah duluan, ada juga yang masih uas jadi gak bisa pulang bareng aku. seminggu atau dua minggu sebelum pulang pesen tiket pesawat, sehari sebelum baru pesen tiket cipaganti. agak deg"an sih, soalnya sehari sebelum pulang, masih ada 1 ujian lagi. takut aja diundur lagi ujian nya. apakabar yang mau pulang besok dong? agak kurang tidur juga gara2 UAS itu. akhirnya weh pikirang ngelayang2 seharian. mau tidur tapi packing belum beres, mau packing tapi kepala kliyengan. akhirnya tidur bentar dan untung kebangun jam 4 sore nya. akhirnya packing, beresin kamar, cari makan dan tidurrrr.. jam set5 kebangun, mandi, ngecekkin barang lagi bisi ada yang kelupaan, terus jam 6, keluar kosan. jalan ke cipaganti, dan itu CAPEK BANGET bawa2 tas gede dan jalan sejauh itu -___- .
jam 7 otw ke bandung. sendirian di travel -__- deg"an sih takut sendirian gitu. nyampe di cipaganti pasteur, dan akhirnya otw ke jakarta jam 9.15. dan satu mobil itu isi nya org Cina semua. sepanjang jalan ngomong mandarin dan aku pusing gak ngerti artinya apa-_- akhirnya aku tidur, bangun2 udh mau nyampe di jakarta. akhirnyaaa nyampe bandara. nuker kode booking sama tiket, terus langsung check-in. rame bangett~ dan yang buat aku ngakak (dalam hati) siang ituuu, ada keluarga lg cek-in di depan aku. habis mereka selesai cek-in, ternyata barang yang ditarok kabin, harus ditimbang sama dilabelin dulu. dan karena suami sama anak dan keluarga nya udh agak jauh dari counter cek-in, akhirnya istrinya ini ngomong dengan suara agak keras (kalo gak bisa dibilang teriak) :
"oyy siniii. barang yang mau ditarok di pucuk ditimbang duluuuu"
senyam senyum aja aku denger kata pucuk mah walaupun aku tau itu artinya "atas" tapi lucu weh xD
abis cek-in, bayar airport-tax, terus aku nunggu sendirian di ruang tunggu. waktu masuk kesitu baru jam 1 dan jadwal pesawat ke jambi nya jam 4. nunggu-lama-banget. gatau mau ngapain. mati gaya banget sendirian gitu. akhirnya cuma main hp, denger lagu dan baca novel. one thing that i learned from travelling alone is: fun but there is no one to talk to. akhirnya, jam 3 lewat, ada pengumuman kalo pesawat yang ke jambi belum sampe di bandara dan keberangkatan di delay satu jam. faaaaaawk ew! bete bgttt udh nunggu lama2 ternyata di delay. akhirnya, nunggu lagi dan ada bapak2 sama istrinya yang ngajak aku ngobrol. ramah. dan ternyata anak terakhir dari bapak ini kelas 2 sma dan pengen banget masuk FIKOM UNPAD. akhirnya kita ngobrol2 dan dia nanya-nanya ke aku tentang UNPAD, gimana masuk UNPAD, susah atau nggak.. gak lama kita ngobrol, akhirnya disuruh masuk ke pesawat juga. waktu itu sekitar jam 5. tapi pesawat ngantri, dan baru terbang sekitar jam setengah 6 lewat. dan yang paling mengecewakan, aku yang waktu cek-in berharap bakal sebelahan sama yang kece2 malah sebelahan sama om". oh GOD......... beteeee banget! tapi 1 hal yang bikin gak bete.. just the view.. keren. 
akhirnya, karena udh magrib, dan di dalam pesawat udah GELAP GULITA, cuma ada beberapa lampu baca yang sengaja diidupin buat baca sama beberapa orang di pesawat, aku pun ketiduran -_- begitu bangun, ngeliat keluar udh gak keliatan apa" lagi-_- dan tiba2 udh mendarat aja di Bandara Sultan Thaha, Jambi. 
FINALLY, JAMBIIIIII.. haha dijemput ayah ibu tasya dan pulangnya diajak makan dulu di Hawa Jaya hoho..

see u  on the next post guys <3