Langsung ke konten utama

How’s my life going without “LDR”.

Well.. seperti yang kita semua tau, LDR atau long distance relationship adalah hubungan jarak jauh antara 2 orang yang mempunyai suatu hubungan khusus. Mereka dipisahkan jarak puluhan, ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Tak sedikit temanku yang mempunya kisah cinta LDR bersama pasangannya. Ada yang hanya tingkat daerah seperti Jatinangor-Dipati Ukur & Jatinangor-buah batu, ada juga yang tingkat nasional seperti Jambi-Jogja & Bandung-Palembang dan yang paling jauh adalah tingkat internasional seperti Indonesia-Jerman! (my friend does!)

Aku disini sebenarnya bukan mau membahas ‘apa itu LDR’. Tanpa aku jelasin, pasti LDR bukan hal yang asing lagi buat remaja-remaja Indonesia. Cuma mau cerita, how’s my life going without “LDR”.
Aku punya pacar. Dia adik tingkatku walaupun beda sekolah. Karena aku lebih tua darinya, aku mendahuluinya dalam hal memasuki dunia perkuliahan. Aku ‘jadian’ sama dia kira-kira bulan april. Saat dia sedang melaksanakan Ujian Nasional. Jelas saja kami saat itu mau gak mau harus LDR Jambi-Bandung. Tapi aku pikir, ya gapapa lah nanti kan bulan juni juga aku pulang ke Jambi. Pasti ketemu lah. Alhamdulillah, nasib baik berpihak kepadanya. Dia lolos SNMPTN di Universitas yang sama denganku. Fakultas dan jurusan idamannya. Otomatis, dia yang berstatus sebagai “calon maba” harus melaksanakan daftar ulang ke Kampus Jatinangor. Aku dan dia sangat bergembira waktu itu karena dengan diterimanya dia di univ yang sama denganku maka untuk bersemester-semester kedepannya kami (mungkin) tidak perlu menjalani yang namanya LDR. Dia dan mamanya pun datang ke Jatinangor untuk daftar ulang dan itulah kali pertamanya kita bertemu dalam status “berpacaran”.

Sekarang kami sudah memulai kuliah. Dia semester 1 dan aku semester 3. 2 minggu atau seminggu pertama, kami masih jarang bertemu karena dia disibukkan dengan segala hal mengenai ospek universitas dan ospek fakultas. Bertemu hanya 2 atau 3 hari sekali disaat dia menyempatkan waktunya untuk hanya sekedar makan berdua denganku. Setelah dia menyelesaikan ospek fakultas, akhirnya dia punya waktu senggang yang lumayan diluar jam kuliah. 2 minggu pertama, gak ada hari tanpa bertemu. Entah itu hanya bertemu sebentar, makan malam lalu pulang ke kosan masing2 atau sekedar bertemu, duduk ngobrol di pinggir danau arboretum. Tapi tidak untuk sekarang, kami mulai mengurangi intensitas bertemu karena banyak hal yang harus dijadikan prioritas. Kuliah, tugas dan deadline.

Kalau boleh aku bilang, menjalani hubungan tanpa jarak yang jauh itu menyenangkan. Bisa bertemu diwaktu senggang, makan malam sama2, bercerita tentang keseharian dan banyak hal! (but, I am not saying ldr is bad). Kadang menyenangkan kalo tiba2 disms :”yang, dimana? Aku udah beres nih. Makan yok!”. Tapi juga tiba2 suka baper (re: bawa perasaan) kalo dia sibuk seharian dan nyampe kosan langsung capek dan ketiduran haha.  



Intinya mah LDR ataupun ngga, kalo kita bisa menghargai dan memaknainya dengan bijaksana pasti bakal terasa indah eaa~ haha.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Lagi?

Jumat tanggal 15 Desember kemarin, merupakan satu dari sekian hari paling melegakan dan membahagiakan dalam hidupku. Kenapa? Tanggal 15 desember tersebut merupakan tanggal pengumuman penerimaan SMUP S2! Awalnya sih ga kepikiran sama sekali untuk melanjutkan kuliah lagi. Setelah sidang skripsi awal agustus dan wisuda November kemarin, emang belum kepikiran sih akan ngapain selanjutnya. Pengennya kerja dulu tapi orang tua bilang coba untuk lihat-lihat penerimaan S2 di UNPAD atau di kampus lain. Yaudah aku mikirnya mumpung orang tua mau dan mampu untuk membiayai aku untuk kuliah lagi, kenapa nggak?
Ada perasaan cukup menyesal kenapa aku baru buka website dan mengurus pendaftaran & persyaratan cukup mepet waktunya padahal aku sudah diperingatkan untuk mengecek website jauh sebelum pendaftaran dibuka. Hingga aku keteteran untuk mengikuti tes TKA dan TKBI. Untung saja untuk tes TKBI aku bisa meng-konversi sertifikat TOEFL yang aku ikuti untuk persyaratan sidang akhir, jadi aku tidak perl…

my high school buddies and their first destination!

mau coba ngedata dimana aja anak DIE melanjutkan studi mereka. acak soalnya aku gak hapal absen and correct me if im wrong :)

1. ABDUL HASIB WIBISONO = Perminyakan,  Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jogja
2. ADRA UTAMI SALFIERIATY = PPA BCA
3. AGA FIR IKBAR = Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya
4. AMRINA ROSADA = AKPER GAPU, Jambi
5. ANNIDA RANI CHAIRUNNISAH = Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
6. APRILISA ISWAHYUNI = Kedokteran Gigi, Universitas Baiturrahma
7. BUCHDIYAN = BINUS, tapi kemarin terakhir dengar bucek diterima di ITS. (gatau fakultas apa _--_)
8. CHESSY NABILA =  Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
9. FADHLAN MAULANA = Psikologi, Universitas Jambi
10. FADHOL YUDHAGAMA = Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia, Jogja
11. ELENA PUTRI = Pendidikan Kimia, Universitas Jambi
12. DWI RIFANDI = Pertambangan, Universitas Sriwijaya
13. INDAH MEDIANTI = Desain Interior, ITENAS
14. M. AGUNG PRASETYO = Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya
15. LISA TRI AYU…

Akhirnya Sampai di The Lodge Maribaya.

Haai! Jadi, kemarin (selasa, 6 desember 2016) Febri tiba-tiba ngeline nanyain aku beres kuliah jam berapa. Karena kemarin aku cuma 2 kelas dan selesai sekitar jam 11, dia tiba-tiba aja bilang “kelar kau kelas, jalan aja yuk. Bosen nih.” Hmm hehee Rizka sih ngikut2 aja kan ya, Feb. yaudah.. kelar kelas, ketemuan di ATM center, terus ke kosan aku bentar ngambil monopod kamera dia. Di jalan menuju kosan, Febri bilang “aku mau nunjukin sesuatu. Yang sangat berguna buat kau. Tapi nanti bae, habis ambil monopod.” Yaudah kan rasa penasarannya ditahan dulu. Begitu aku turun lagi sesudah ngambil monopod, di teras kosan dia bilang lagi “liat sana dulu, aku keluarin sesuatu yang sangat berguna untuk kau.” Begitu aku balik badan lagi, dan ternyata yang dia pegang adalah……. Tas untuk kamera dia. YA. Sangat berguna buat aku, Feb :) sebel kan ya ternyata dia diem-diem belanja  online tas kamera itu :/ WKWKWK
Sekitar jam 12, begitu selesai beres-beres isi TAS kamera BARU, kami pergi ke Bandung. Ya se…