Langsung ke konten utama

a super short trip

Hai. Udah lama banget ga nulis di blog ini. Kayaknya udah banyak banget hal keren yang sudah terlewatkan dan selalu lupa dan mager buat nulis di blog ini. Salah satunya adalah…liburan (super singkat) dengan beberapa anak HIMAJA.

Jadi, beberapa minggu yang lalu, para HIMAJA-ers (Himpunan mahasiswa asal Jambi yang kuliah di UNPAD) berencana buat liburan singkat sebelum hecticnya kuliah dimulai. Dimulai dengan menentukan tujuan destinasi. Ada yang menyarankan Tebing Keraton, Bukit Moko, Ciater dan lain-lain. Setelah diskusi yang panjang di grup, ada dua opsi pilihan. Yang pertama, mandi air panas di Ciater, dan yang kedua mandi air panas di Ciater + bukit moko. Tapi karena Bukit Moko dan lembang (katanya) jauh, maka kami semua memutuskan untuk hanya pergi ke pemandian air panas di Lembang. Fiksasi tanggal, tujuan dan jam berangkat akhirnya diputuskan kalau kita pergi sabtu malam (lupa tanggal berapa) dan pulang ke Jatinangor lagi minggu pagi/siang.

Mobil disewa jam 10 malam. Aku, Febri, Andre, Reja, Anug, Hamam dan Aldino sudah stand by di kosan Aldino dari jam 9. Sementara Fadhil, Popy, Yoan, Yana, Agi, Momok, Haekal menunggu di kosan fadhil (kalau ngga salah). Jam 10, kami pergi ke tempat rental mobilnya dan memulai perjalanan yay! Karena Jatinangor sedang macet PARAH disebabkan hujan dan banjir, kami baru masuk tol jam sebelas lewat. Perjalanan kurang lebih satu jam, kami janjian bertemu dengan Arif, Rizkur, Raja, Dimas, Bela dan Sesyi di depan UPI. Baru setelah itu kami beriringan menuju ke pemandian air panas. 1 jam perjalanan, melewati jalan yang berkelak-kelok dan curam, kami sampai di Gracia Hot Spring Water dengan membayar biaya masuk sebesar Rp. 65.000/org. Di bayanganku, jam satu tengah malam, pemandian air panas ini sepi, perempuan dan laki-laki dipisah atau setidaknya satu rombongan mendapat satu kolam air panas. Tapi ternyata aku salaaah. Malam itu, kolam sangaaat ramai. Mulai dari laki-laki, perempuan, muda, setengah baya dan tua. Kaget sih, tapi yaudahlah ya kan kita sama-sama bayar. Setelah menemukan spot yang pas, kami semua pun turun berendam kecuali Yana. Banyak hal yang kami tertawakan saat berendam. Ngga kerasa, jam sudah menunjukkan pukul setengah empat subuh. Tidak ingin mendapati kulit kami makin kisut, kamipun naik dan bersantai sejenak sebelum bilas dan ganti baju. Jam 5, setelah semua selesai bersalin, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Wacana awal adalah ingin liat sunrise di kebun teh di sepanjang jalan. Tapi karena keadaan masih sangat gelap, bensin yang sudah mulai habis dan azan subuh mulai berkumandang, kami memutuskan untuk pergi ke musholla terdekat untuk solat subuh. selesai solat dan mengisi bensin, kami mencari tempat tujuan untuk melanjutkan perjalanan yang tidak jauh dari Lembang agar tidak makan waktu. Setelah googling, tanya sana-sini, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Ir. H. Juanda di Dago Atas. Sebagian tertidur sampai tujuan. Sesampainya kami disana, dan dengan membayar Rp. 12.000/org, kami memulai ‘petualangan’. Berjalan kaki sepanjang sekian ratus meter, tibalah kami di Goa Jepang dan Goa Belanda yang lumayan…….menyeramkan (menurutku). Kami menjelajahi seisi goa dengan modal penerangan seadanya. Meskipun tidak ada hal aneh terjadi, tetapi keadaan goa sangat gelap walaupun di luar terang benderang. Awalnya, kami ingin berjalan sampai Tebing Keraton atau Air Terjun, tapi berjalan ke Tebing Keraton agak susah jika ditempuh jalan kaki dan juga perjalanan ke Air Terjun yang masih sangat jauh (sekitar 4KM lagi), kami memutuskan untuk menyudahi perjalanan kami. Pulang ke Jatinangor dengan keadaan tak sadarkan diri (baca: tepar). Febri cerita kalau hanya dia satu-satunya orang yang (harus tetap) bangun sepanjang perjalanan. Aku yang awalnya menemani Febri menyetir mobil hanya sanggup menemani sampai Dago. Setelah lewat Dago, bablaaaas tidur dan tiba-tiba sudah di gerbang tol cileunyi! Setelah mengembalikan mobil ke tempat sewa, kami sarapan di Ciseke. Sebagian memesan lontong kari, kupat tahu dan sisanya bubur ayam. Seusai makan kami pun pulang ke kosan masing-masing dan langsung temu kangen dengan kasur yaaay!!

That was an amazing trip. Semoga ada trip selanjutnya dan lebih ramai yaaa yuhuu!!







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thanks, dude.

We haven't meet for years. but when I said I want to share my heart-breaking (at least for me) story, he quickly say "okay i'll pick you up tomorrow at 4 P.M. where are we going? But if tomorrow you or me can't make it, let's just have a video call."
Nothing special between us. Just friend, but I'm happy to share my story with him. At least, as a man, he didn't judge me for being too fool because that toxic relationship. 
Thanks, dude.

my high school buddies and their first destination!

mau coba ngedata dimana aja anak DIE melanjutkan studi mereka. acak soalnya aku gak hapal absen and correct me if im wrong :)

1. ABDUL HASIB WIBISONO = Perminyakan,  Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jogja
2. ADRA UTAMI SALFIERIATY = PPA BCA
3. AGA FIR IKBAR = Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya
4. AMRINA ROSADA = AKPER GAPU, Jambi
5. ANNIDA RANI CHAIRUNNISAH = Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
6. APRILISA ISWAHYUNI = Kedokteran Gigi, Universitas Baiturrahma
7. BUCHDIYAN = BINUS, tapi kemarin terakhir dengar bucek diterima di ITS. (gatau fakultas apa _--_)
8. CHESSY NABILA =  Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
9. FADHLAN MAULANA = Psikologi, Universitas Jambi
10. FADHOL YUDHAGAMA = Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia, Jogja
11. ELENA PUTRI = Pendidikan Kimia, Universitas Jambi
12. DWI RIFANDI = Pertambangan, Universitas Sriwijaya
13. INDAH MEDIANTI = Desain Interior, ITENAS
14. M. AGUNG PRASETYO = Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya
15. LISA TRI AYU…

Kuliah Lagi?

Jumat tanggal 15 Desember kemarin, merupakan satu dari sekian hari paling melegakan dan membahagiakan dalam hidupku. Kenapa? Tanggal 15 desember tersebut merupakan tanggal pengumuman penerimaan SMUP S2! Awalnya sih ga kepikiran sama sekali untuk melanjutkan kuliah lagi. Setelah sidang skripsi awal agustus dan wisuda November kemarin, emang belum kepikiran sih akan ngapain selanjutnya. Pengennya kerja dulu tapi orang tua bilang coba untuk lihat-lihat penerimaan S2 di UNPAD atau di kampus lain. Yaudah aku mikirnya mumpung orang tua mau dan mampu untuk membiayai aku untuk kuliah lagi, kenapa nggak?
Ada perasaan cukup menyesal kenapa aku baru buka website dan mengurus pendaftaran & persyaratan cukup mepet waktunya padahal aku sudah diperingatkan untuk mengecek website jauh sebelum pendaftaran dibuka. Hingga aku keteteran untuk mengikuti tes TKA dan TKBI. Untung saja untuk tes TKBI aku bisa meng-konversi sertifikat TOEFL yang aku ikuti untuk persyaratan sidang akhir, jadi aku tidak perl…