Langsung ke konten utama

Bersyukur

Pernah gak sih kalian ngerasin kalian sedang terjebak atau simpelnya, berada di situasi yang ‘salah’ dan tidak kalian inginkan atau tidak pernah terpikirkan sebelumnya? 

Kuliah memang ga semudah bagaimana yang ditampilkan di FTV. Ga bakal ada tiba2 jatuh di koridor tabrakan sama cowo, buku-buku berserakan lalu saat kita buku diambil satu-persatu, tangan kita gak sengaja bersentuhan dengan tangan lelaki ganteng yang tidak sengaja menabrak kita, terus kenalan, jadian, putus eh balikan lagi. Kuliah ga semudah dateng ke kampus, nongkrong-nongkrong cantik, pulang, liburan terus wisuda. GAK! Gak pernah ada kuliah semudah itu. Tapi kuliah bisa terasa lebih mudah dan menyenangkan. How? Kuliah di tempat yang sesuai minat bakat, punya teman yang nyambung sama kita dan punya wadah untuk menampung hobi dan pikiran. 

Disini aku ga bakal cerita tentang orang lain. Aku hanya bakal cerita tentang diriku sendiri. Dari aku kecil dulu, cita-cita yang terlintas di pikiran cuma satu. Jadi dokter. Belum ada mimpi lain yang terlintas di pikiran selain menjadi dokter. Namun menjadi dokter bukan perkara gampang. Entah karena memang sangat sulit, atau aku yang memang kurang serius, aku gagal menjadi dokter. Gagal. Aku ga masuk fakultas kedokteran manapun baik dari jalur undangan atau tes tertulis. Dan aku disini sekarang. Menjadi salah satu dari 70-something mahasiswa sastra inggris UNPAD. 

Jujur, membaca memang hobiku. Tapi tidak membaca karya sastra. Tak pernah terpikir sebelumnya menjadi mahasiswa sastra inggris lumayan sulit. Entah apa yang aku pikirkan saat memilih sastra inggris menjadi pilihan ketiga di tes tertulis masuk universitas-ku. Di sastra inggris, kami tidak hanya mempelajari bahasa Inggris. Kami juga mempelajari karya sastra, sejarah, pembentukan kata bahasa inggris, penerjemahan dan menganalisis teks. Tidak mudah memang menjadi mahasiswa sastra. Belum lagi, bagaimana kami meyikapi dosen yang beraneka ragam sifatnya. 

Kadang aku berpikir, kenapa jalanku tidak menjadi dokter saja. Kenapa Tuhan memilih sastra inggris sebagai jalan awal pembuka masa depanku.

Tapi, disitu aku sadar. Tuhan tidak mengizinkan aku menjadi mahasiswa kedokteran karena aku belum bisa merubah kebiasaan burukku menunda-nunda pekerjaan. Tuhan sayang aku karena Tuhan tidak ingin aku menjadi mahasiswa kedokteran yang terlalu santai dan bisa saja berakibat buruk ke masa depanku.

Bersyukur. Tuhan menyuruhku bersyukur lebih banyak. Terima kasih, Allah. Permudah urusanku dan jangan dipersulit. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thanks, dude.

We haven't meet for years. but when I said I want to share my heart-breaking (at least for me) story, he quickly say "okay i'll pick you up tomorrow at 4 P.M. where are we going? But if tomorrow you or me can't make it, let's just have a video call."
Nothing special between us. Just friend, but I'm happy to share my story with him. At least, as a man, he didn't judge me for being too fool because that toxic relationship. 
Thanks, dude.

my high school buddies and their first destination!

mau coba ngedata dimana aja anak DIE melanjutkan studi mereka. acak soalnya aku gak hapal absen and correct me if im wrong :)

1. ABDUL HASIB WIBISONO = Perminyakan,  Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jogja
2. ADRA UTAMI SALFIERIATY = PPA BCA
3. AGA FIR IKBAR = Teknik Mesin, Universitas Sriwijaya
4. AMRINA ROSADA = AKPER GAPU, Jambi
5. ANNIDA RANI CHAIRUNNISAH = Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
6. APRILISA ISWAHYUNI = Kedokteran Gigi, Universitas Baiturrahma
7. BUCHDIYAN = BINUS, tapi kemarin terakhir dengar bucek diterima di ITS. (gatau fakultas apa _--_)
8. CHESSY NABILA =  Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Jambi
9. FADHLAN MAULANA = Psikologi, Universitas Jambi
10. FADHOL YUDHAGAMA = Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia, Jogja
11. ELENA PUTRI = Pendidikan Kimia, Universitas Jambi
12. DWI RIFANDI = Pertambangan, Universitas Sriwijaya
13. INDAH MEDIANTI = Desain Interior, ITENAS
14. M. AGUNG PRASETYO = Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya
15. LISA TRI AYU…

Kuliah Lagi?

Jumat tanggal 15 Desember kemarin, merupakan satu dari sekian hari paling melegakan dan membahagiakan dalam hidupku. Kenapa? Tanggal 15 desember tersebut merupakan tanggal pengumuman penerimaan SMUP S2! Awalnya sih ga kepikiran sama sekali untuk melanjutkan kuliah lagi. Setelah sidang skripsi awal agustus dan wisuda November kemarin, emang belum kepikiran sih akan ngapain selanjutnya. Pengennya kerja dulu tapi orang tua bilang coba untuk lihat-lihat penerimaan S2 di UNPAD atau di kampus lain. Yaudah aku mikirnya mumpung orang tua mau dan mampu untuk membiayai aku untuk kuliah lagi, kenapa nggak?
Ada perasaan cukup menyesal kenapa aku baru buka website dan mengurus pendaftaran & persyaratan cukup mepet waktunya padahal aku sudah diperingatkan untuk mengecek website jauh sebelum pendaftaran dibuka. Hingga aku keteteran untuk mengikuti tes TKA dan TKBI. Untung saja untuk tes TKBI aku bisa meng-konversi sertifikat TOEFL yang aku ikuti untuk persyaratan sidang akhir, jadi aku tidak perl…