Selasa, 16 Agustus 2016

Here We Go.. PANTAI!

Sebenarnya, wacana pergi ke pantai sudah terlintas dari berbulan-bulan atau bahkan dari setahun lebih yang lalu. Tapi hanya menjadi wacana karena mager lah susun rencana ke pantainya, kurang orang dan yang paling penting adalah PANTAINYA JAUH. Perlu setidaknya 4 jam untuk sampai ke pantai terdekat dari Bandung yaitu pantai Santolo di Garut. Sebenarnya, ada banyak pantai yang tidak terlalu jauh dari Bandung. Contohnya saja pantai Ujung Genteng (Sukabumi), Rancabuaya (Garut), Pantai Kepulauan Seribu (Jakarta), dan Pantai Pangandaran (Ciamis).

Awal tahun 2016, aku menjalani KKN selama 1 bulan di desa Jatiraga, Majalengka yang jauh dari keramaian dan hampir mendekati perbatasan Majalengka – Indramayu (bakal diceritai post selanjutnya). Sebulan dengan keadaan yang menurutku lumayan membuatku jenuh dan bosan, akupun ingin refreshing dan karena kuliah belum dimulai, aku mengajak Febri untuk pergi ke pantai dan pilihan jatuh ke Pantai Pangandaran. Karena rasanya tidak mungkin kalau yang pergi hanya aku berdua Febri dan juga supaya biaya patungan kendaraan dan bensin tidak terlalu mahal, kami pun mengajak Ika, Andre, Desy dan Rejak untuk ikut bersama kami. Tapi karena suatu hal (yang akhirnya juga tidak jadi), Desy tidak ikut dan digantikan oleh Alfa Reza.

Setelah dirundingkan, kami akan pergi pada kamis malam tanggal 12 februari dan pulang lagi ke Jatinangor keesokan harinya. Setelah memesan mobil, aku dan Febri menuju ke kontrakan dan di sana sudah ada Ika, Andre, Alfa dan Rejak. Kami pergi jam 12 malam karena berencana untuk mengejar sunrise. Tetapi, hujan di sepanjang jalan membuat kami tidak dapat berharap banyak untuk mendapatkan langit yang cerah pagi nanti. Setelah berhenti di toilet umum untuk buang air dan cuci muka, juga berhenti di Alfamart untuk sekedar beli cemilan dan minuman, kami melanjutkan perjalanan ke Ciamis. Karena kami pergi tengah malam dan tidak macet, kami sampai lebih cepat dari perkiraan. Yang seharusnya lebih dari 6 jam perjalanan, sebelum subuh kami sudah sampai di area pantai Pangandaran. Terus bingung mau ngapain….. akhirnya karena banyak warung makan yang buka, kami makan dan beristirahat di warung makan itu. Rencana ingin melihat sunrise pun sepertinya bisa terlaksana. Tetapi kami berada di belahan pantai pangandaran barat yang berombak besar. Setelah selesai makan, kami pun menuju ke pantai pangandaran timur yang berombak lebih tenang.

Begitu kami sampai di pantai pangandaran timur, gerimis masih turun rintik tapi tidak menganggu kami untuk bermain di pantai. Airnya jernih tetapi karena kami berada di pinggir pantai, kami hanya dapat melihat pasir putihnya saja. 
















Setelah puas mendinginkan kaki di situ, kami menuju cagar alam yang berjarak sangat dekat dari tempat kami berada. Belum sampai kami masuk ke cagar alam, sudah banyak warga lokal yang menawarkan paket diving ke kami. Setelah menemukan harga yang cocok, kami naik ke perahu untuk menuju ke tengah laut. Begitu sampai di tengah laut dan mesin perahu dimatikan, kami dapat melihat ke bawah air dan banyak sekali ikan-ikan yang lewat dibawah perahu kami. Kami diperbolehkan memberi makan ikan tersebut dengan roti yang sudah kami bawa. Mereka semua kecuali aku (iyaaa..aku lagi mens hari pertama. SO SAD) turun untuk diving dan karena aku tidak ikut turun, aku menjaga barang-barang mereka agar tidak jauh ke laut. Sebenarnya galau juga sih mau turun atau nggak karena mas2nya bilang gapapa kalau diving pas lagi mens tapi karena hari pertama dan lagi banyak-banyaknya, aku memilih untuk tidak turun dengan alasan kenyamanan dan keselamatan.








Setelah mereka puas diving, mereka pun naik ke perahu dan kami diantar ke bibir pantai yang nyambung ke cagar alam. Untuk menuju ke pintu masuk cagar alam tadi, kami harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang ada di cagar alam tersebut. ternyata di situ terdapat suatu danau kecil yang berair tawar. Agar badan tidak lengket setalah berenang di air laut menjelang menuju ke pemandian umum, mereka yang tadi diving membilas diri mereka dengan berendam di situ.
Setelah selesai berendam di situ, kami menelusuri jalan setapak tersebut dan tiba-tiba sampai di suatu lapangan yang penuh dengan rusa. Karena di situ ada suatu bangunan yang mempunyai teras, kami beristirahat sebentar di situ sekedar duduk 10 menit sambil melihat rusa. Perjalanan selanjutnya menuju ke pintu masuk cagar alam tadi hanya berkisar 10 menit. Kami pun menuju ke mobil dan kebetulan di tempat kami parkir mobil tersebut adalah toko yang menjual hasil laut yang sudah digoreng. Akhirnya kami membeli udang dan kepiting kecil yang digoreng kering untuk dimakan di jalan. Setelah menemukan pemandian umum, kami bergantian mandi karena banyak barang ditinggal dan tidak ada yang jaga. Lalu sehabis itu kami memulai perjalanan pulang ke Jatinangor. Karena kami belum makan, di jalan pulang kami mencari tempat makan dan berhenti makan di warung makan yang ada di pinggir jalan. Perjalanan pulang terasa lebih lama karena jalanan ramai dan hujan.











Thanksss for the experience, Pantai Pangandaran! Makasih juga sudah ikut aku sama Febri yaa Andre, Ika, Rejak dan Alfa. Kapan2 kalau ada kesempatan kita main-main lagi! Ciao.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar