Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

An Open Letter For Febriansyah Putra #2

Dear Febriansyah Putra.. anak bungsu yang sayang keluarga.
ada yang minta lagi nih ditulisin open letter setelah baca open letter yang pertama tadi :))) yaudah karena rizka baik, nih ditulisin lagi~
Bahas apa ya kali ini? Hm kayak yang aku sebut di awal postingan ini aja deh. Tentang Febriansyah, si anak bungsu yang sayang keluarga.
2 setengah tahun pacaran sama kau, waktu yang lumayan lama lah ya untuk aku mengenal kau. Dan aku pengen ngungkapin pendapat aku tentang bagaimana kau dan keluarga. Dari pertama aku kenal (lebih dekat) sama kau, aku bisa dengan yakin menilai kau adalah tipe laki-laki yang sayang banget sama keluarga. Coba aku ceritain satu-satu menurut pandangan aku selama ini ya, Feb.
Mulai dari kakak kedua kau yang biasa kau panggil ‘Bang Bayu’. Dulu, kau sering cerita kalau sering berselisih paham sama bang bayu. Kalau kau ngutarain pendapat tentang sesuatu, tapi gak sejalan sama pendapat bang Bayu. Kadang kau juga sering cerita kau kesel sama bang Bayu. Terus apa yang biki…

An Open Letter For Febriansyah Putra #1

Dear, Febriansyah Putra.
Tiba-tiba ingin aja nulis semacam surat gini buat kau. Dalam rangka apa ya? Oiya. Dalam rangka apresiasi pencapaian satu dari keinginan terbesar kau.
Dua tahun yang lalu, waktu kau baru aja keterima dan daftar ulang di UNPAD, temen aku, yang kau tau siapa, the one and only @vinafk dengan menggebu-gebunya bilang “semoga febrinya kamu itu ntar gabung BEM atau apalah di fakultasnya jadi dia sibuk terus kamunya ngerasain ditinggal sibuk (kayak aku)”. Iya vina iya :) terkabul blas doa vina. Kau 2 tahun berturut-turut jadi anggota/staff BEM. Tahun pertama jadi staff PSO dan tahun kedua jadi staff HRD. An important position, I know. Rapat bidang paling sedikit 2 kali seminggu. Belum lagi rapat yang lain kayak DPH PEKA, semnas, dll dll. Bener-bener ditinggal sibuk nih aku. Bisa gak ketemu seharian atau bahkan seminggu karena rapat yang gak berhenti-henti. Walaupun banyak drama, aku maklum kau sibuk karena emang itu kewajiban kau dan ya harus kau jalanin, kan? Tapi.. mak…

Mencoba Ikhlas dan Berdamai.

Sudah hampir satu tahun belakangan ini aku menyimpan perasaan sakit hati kepada seseorang. Berawal dari suatu kejadian yang tak ingin diingat-ingat lagi dan ternyata efek sakit hatinya berlanjut sampai beberapa bulan belakangan ini.
Jujur saja, menyimpan rasa sakit hati itu..tidak enak. Kemana-mana seperti membawa kebencian yang walaupun tidak bertambah setiap harinya, tapi rasa benci dan tidak suka itu tetap ada. Tiap hari dilalui dengan prasangka buruk walaupun hal buruk itu belum tentu benar-benar terjadi. Setelah sekian bulan berlalu, aku sadar hal ini tidak boleh terus terjadi. Aku tidak seharusnya memendam sakit hati seperti ini karena sebenarnya hal ini bisa dibicarakan dan diselesaikan baik-baik. Aku pun mencoba berdamai dengannya. Tetapi, hal yang paling penting sebelum aku berdamai dengannya adalah aku harus berdamai dengan diriku sendiri terlebih dahulu. Jujur saja, berdamai dengan diri sendiri terkadang lebih susah dibandingkan berdamai dengan orang tersebut. karena, percum…