Jumat, 18 November 2016

An Open Letter For Febriansyah Putra #2

Dear Febriansyah Putra.. anak bungsu yang sayang keluarga.

ada yang minta lagi nih ditulisin open letter setelah baca open letter yang pertama tadi :))) yaudah karena rizka baik, nih ditulisin lagi~

Bahas apa ya kali ini? Hm kayak yang aku sebut di awal postingan ini aja deh. Tentang Febriansyah, si anak bungsu yang sayang keluarga.

2 setengah tahun pacaran sama kau, waktu yang lumayan lama lah ya untuk aku mengenal kau. Dan aku pengen ngungkapin pendapat aku tentang bagaimana kau dan keluarga. Dari pertama aku kenal (lebih dekat) sama kau, aku bisa dengan yakin menilai kau adalah tipe laki-laki yang sayang banget sama keluarga. Coba aku ceritain satu-satu menurut pandangan aku selama ini ya, Feb.

Mulai dari kakak kedua kau yang biasa kau panggil ‘Bang Bayu’. Dulu, kau sering cerita kalau sering berselisih paham sama bang bayu. Kalau kau ngutarain pendapat tentang sesuatu, tapi gak sejalan sama pendapat bang Bayu. Kadang kau juga sering cerita kau kesel sama bang Bayu. Terus apa yang bikin aku bisa bilang kau sayang sama bang Bayu? Kejadian yang baru terjadi akhir-akhir ini. Bang Bayu mengalami kecelakaan dan harus berada di ruang ICU untuk beberapa hari. Karena sudah 3 hari dan Bang Bayu masih koma dan Papa kau harus pergi ke Tungkal untuk kerja dan cuma ada mama di Jambi untuk nunggu Bang Bayu, kau dengan yakin mengatakan untuk pulang ke Jambi walaupun harus mengorbankan kuliah satu minggu untuk bantu jaga bang bayu. kau pun pulang ke Jambi selama satu minggu. Karena bang bayu masih berada di ruang ICU jadi kau harus tidur ngemper di depan ruang ICU yang dingin dan hanya dialasi karpet dan selimut tiap hari selama satu minggu. Bolak-balik rumah-rumah sakit, ngurus keperluan bang bayu dan bacain Al-quran buat bang bayu. Menurut aku, hal itu Kau lakukan karena kau sayang sama bang bayu. Walalupun sering berselisih paham, dia tetap saudara kandung kau. Dan juga hadirnya Arsy, ponakan perempuan kau juga menjadikan kau lebih dekat dengan bang bayu.  

Kakak pertama kau, kak Anton.  Menurut aku, kak Anton adalah saudara kau yang paling dekat sama kau. Kau sering izin ke aku, pergi dengan kak anton. Entah itu beli makanan malam-malam, cari pokemon, ke bengkel dan masih banyak lagi. Bahkan kau sama kak anton sering tukeran barang, kan. Motor, jaket, headset, baju. Kak anton juga sering titip sesuatu ke kau juga kan kalau kau ke bandung. Dan tanpa harus ada sesuatu yang terjadi, aku bisa dengan yakin menilai kau sayang ke kak anton. Sama seperti kau sayang ke bang bayu. Dan dari kak anton, kau resmi menjadi oom dengan hadirnya rayyan, ponakan pertama kau :D

Dengan mama.. kau sangat sangat sangat sayang sama mama. Hal yang dapat aku lihat langsung adalah tiap kau pulang ke Jambi, dengan senang hati dan tanpa mengeluh sedikitpun, kau rela jadi ‘ojek’-nya mama dan siap mengantarkan mama kemana pun. Ke kantor, pasar keluarga (walaupun kau Cuma nunggu di motor), bank, jamtos dan ke semua tempat. Kalau di rumah dan mama lagi masak, kau juga dengan senang hati nolongin mama walaupun akhirnya disuruh masuk lagi ke kamar karena cuma ngeberantakin dan buat mama kerja dua kali dengan ngeberesin kerjaan kau :)))) dan tiap aku iseng tanya “kau sayang mama?” dan kau dengan yakin menjawab “ya sayanglahhhh!”. Kau juga yang nemenin dan jagain mama kalau papa lagi di tungkal. mungkin dak semua perempuan satu pemikiran sama aku.. tapi, aku sangat gemash sama laki-laki yang anak mama dan sayang bgt sama mama kayak kau :D karena katanya, laki-laki yang sayang mama dan memperlakukan mamanya dengan hormat, pasti tau bagaimana memerlakukan wanitanya denga sama lembutnya~ eaaaaa. Gemeshgemeshgemesh!!!!

Dengan papa.. kau sangat dekat dengan papa kayak kau ke mama. Sering juga pergi kesini-situ nemenin papa. Bantu papa ini itu kayak cuci mobil, vespa. Kau juga sering ngobrolin banyak hal kan dengan papa? Aku kurang bisa mengingat bagaimana cerita kau tentang keseharian bersama papa.. tapi, ada satu hal, feb yang bikin aku salut dengan salah satu cara nunjukin sayang kau ke papa. Yaitu, kau pernah bilang, salah satu alasan kau kuliah di farmasi adalah kau pengen bikin obat buat papa. Yang kata kau obat semakin mahal dan kau pengen kau aja yang buat obat untuk papa jadi papa dak perlu keluar uang mahal-mahal lagi untuk beli obat.. aku salut nian sama alasan ini.. salah satu cara kau membuktikan bakti dan sayang kau ke papa.

Tetap jadi seperti ini ya. Adek rian yang sayang mama papa kak anton bang bayu :)


P.s buat pembaca lain: kalau lagi ngobrol sama febri, aku memang lebih sering menyebut ‘mama’ atau ‘papa’ untuk orang tua febri daripada ‘oom’ dan ‘tante’. Tapi tidak saat bertemu atau berbicara di telfon. Aku tetap memanggil mereka ‘oom’ dan ‘tante’ ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar