Langsung ke konten utama

Mencoba Ikhlas dan Berdamai.

Sudah hampir satu tahun belakangan ini aku menyimpan perasaan sakit hati kepada seseorang. Berawal dari suatu kejadian yang tak ingin diingat-ingat lagi dan ternyata efek sakit hatinya berlanjut sampai beberapa bulan belakangan ini.

Jujur saja, menyimpan rasa sakit hati itu..tidak enak. Kemana-mana seperti membawa kebencian yang walaupun tidak bertambah setiap harinya, tapi rasa benci dan tidak suka itu tetap ada. Tiap hari dilalui dengan prasangka buruk walaupun hal buruk itu belum tentu benar-benar terjadi. Setelah sekian bulan berlalu, aku sadar hal ini tidak boleh terus terjadi. Aku tidak seharusnya memendam sakit hati seperti ini karena sebenarnya hal ini bisa dibicarakan dan diselesaikan baik-baik. Aku pun mencoba berdamai dengannya. Tetapi, hal yang paling penting sebelum aku berdamai dengannya adalah aku harus berdamai dengan diriku sendiri terlebih dahulu. Jujur saja, berdamai dengan diri sendiri terkadang lebih susah dibandingkan berdamai dengan orang tersebut. karena, percuma saja jika sudah berdamai dengan yang bersangkutan tapi dari dalam diri sendiri masih tidak bisa untuk menerima perdamaian tersebut.

Beberapa hari ini, aku belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan dengan ikhlas. Entah sudah ada berapa kejadian yang kebetulan terjadi dan akhirnya mau tidak mau membuatku berdamai dengan diri sendiri. Karena memalsukan senyum tidak hanya bibir dan muka yang butuh tenaga. Tapi juga hati, ego dan pikiran.


Gnight!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thanks, dude.

We haven't meet for years. but when I said I want to share my heart-breaking (at least for me) story, he quickly say "okay i'll pick you up tomorrow at 4 P.M. where are we going? But if tomorrow you or me can't make it, let's just have a video call."
Nothing special between us. Just friend, but I'm happy to share my story with him. At least, as a man, he didn't judge me for being too fool because that toxic relationship. 
Thanks, dude.

Kuliah Lagi?

Jumat tanggal 15 Desember kemarin, merupakan satu dari sekian hari paling melegakan dan membahagiakan dalam hidupku. Kenapa? Tanggal 15 desember tersebut merupakan tanggal pengumuman penerimaan SMUP S2! Awalnya sih ga kepikiran sama sekali untuk melanjutkan kuliah lagi. Setelah sidang skripsi awal agustus dan wisuda November kemarin, emang belum kepikiran sih akan ngapain selanjutnya. Pengennya kerja dulu tapi orang tua bilang coba untuk lihat-lihat penerimaan S2 di UNPAD atau di kampus lain. Yaudah aku mikirnya mumpung orang tua mau dan mampu untuk membiayai aku untuk kuliah lagi, kenapa nggak?
Ada perasaan cukup menyesal kenapa aku baru buka website dan mengurus pendaftaran & persyaratan cukup mepet waktunya padahal aku sudah diperingatkan untuk mengecek website jauh sebelum pendaftaran dibuka. Hingga aku keteteran untuk mengikuti tes TKA dan TKBI. Untung saja untuk tes TKBI aku bisa meng-konversi sertifikat TOEFL yang aku ikuti untuk persyaratan sidang akhir, jadi aku tidak perl…

Akhirnya Sampai di The Lodge Maribaya.

Haai! Jadi, kemarin (selasa, 6 desember 2016) Febri tiba-tiba ngeline nanyain aku beres kuliah jam berapa. Karena kemarin aku cuma 2 kelas dan selesai sekitar jam 11, dia tiba-tiba aja bilang “kelar kau kelas, jalan aja yuk. Bosen nih.” Hmm hehee Rizka sih ngikut2 aja kan ya, Feb. yaudah.. kelar kelas, ketemuan di ATM center, terus ke kosan aku bentar ngambil monopod kamera dia. Di jalan menuju kosan, Febri bilang “aku mau nunjukin sesuatu. Yang sangat berguna buat kau. Tapi nanti bae, habis ambil monopod.” Yaudah kan rasa penasarannya ditahan dulu. Begitu aku turun lagi sesudah ngambil monopod, di teras kosan dia bilang lagi “liat sana dulu, aku keluarin sesuatu yang sangat berguna untuk kau.” Begitu aku balik badan lagi, dan ternyata yang dia pegang adalah……. Tas untuk kamera dia. YA. Sangat berguna buat aku, Feb :) sebel kan ya ternyata dia diem-diem belanja  online tas kamera itu :/ WKWKWK
Sekitar jam 12, begitu selesai beres-beres isi TAS kamera BARU, kami pergi ke Bandung. Ya se…