Kamis, 03 November 2016

Mencoba Ikhlas dan Berdamai.

Sudah hampir satu tahun belakangan ini aku menyimpan perasaan sakit hati kepada seseorang. Berawal dari suatu kejadian yang tak ingin diingat-ingat lagi dan ternyata efek sakit hatinya berlanjut sampai beberapa bulan belakangan ini.

Jujur saja, menyimpan rasa sakit hati itu..tidak enak. Kemana-mana seperti membawa kebencian yang walaupun tidak bertambah setiap harinya, tapi rasa benci dan tidak suka itu tetap ada. Tiap hari dilalui dengan prasangka buruk walaupun hal buruk itu belum tentu benar-benar terjadi. Setelah sekian bulan berlalu, aku sadar hal ini tidak boleh terus terjadi. Aku tidak seharusnya memendam sakit hati seperti ini karena sebenarnya hal ini bisa dibicarakan dan diselesaikan baik-baik. Aku pun mencoba berdamai dengannya. Tetapi, hal yang paling penting sebelum aku berdamai dengannya adalah aku harus berdamai dengan diriku sendiri terlebih dahulu. Jujur saja, berdamai dengan diri sendiri terkadang lebih susah dibandingkan berdamai dengan orang tersebut. karena, percuma saja jika sudah berdamai dengan yang bersangkutan tapi dari dalam diri sendiri masih tidak bisa untuk menerima perdamaian tersebut.

Beberapa hari ini, aku belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan dengan ikhlas. Entah sudah ada berapa kejadian yang kebetulan terjadi dan akhirnya mau tidak mau membuatku berdamai dengan diri sendiri. Karena memalsukan senyum tidak hanya bibir dan muka yang butuh tenaga. Tapi juga hati, ego dan pikiran.


Gnight!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar